PBSI Sumsel jaga semangat atlet walau tak dipertandingkan di Porprov thumbnail

PBSI Sumsel jaga semangat atlet walau tak dipertandingkan di Porprov

Diposting pada

Palembang Beritaku.co – Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Sumatera Selatan memastikan organisasinya tetap menjaga semangat atlet untuk terus berprestasi walau cabang olahraga ini tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII OKU Raya 2021, 21-28 November.

Ketua Pengprov PBSI Sumsel Amrullah, dalam keterangan resminya, Kamis, mengatakan kegiatan Porprov diselenggarakan oleh KONI Sumsel, termasuk pendanaan dan regulasinya, sementara Pengprov PBSI Sumsel hanya sebagai penyelenggara pertandingan.

Seluruh peserta, kata dia, harus mendaftar dan menyerahkan data melalui KONI Kabupaten/Kotanya masing-masing. Lalu, berkas tersebut diserahkan ke tim keabsahan KONI Sumsel untuk dilakukan verifikasi.

Untuk cabang olahraga bulu tangkis, PBSI Sumsel sebagai penyelenggara pertandingan menerima nama-nama atlet yang akan mengikuti kegiatan Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021 itu dari KONI Sumsel.

Pada 22 November 2021 di Baturaja telah diadakan manager meeting dan technical meeting cabang olahraga bulu tangkis, dimana pada saat itu beberapa kabupaten kota mengklaim adanya kabupaten/kota yang diperkuat atlet dari luar Sumsel.

Kemudian peserta mengadakan rapat dan meminta agar atlet dari luar Sumsel itu dikeluarkan dari kepesertaan Porprov. Jika tidak, maka mereka tidak akan mengikuti kegiatan tersebut.

Dari kejadian tersebut, Panitia Pertandingan (PBSI Sumsel) meminta klarifikasi dari Panitia Besar Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021.

Baca juga: Empat daerah dinyatakan juara cabang bulu tangkis di Porprov Sumsel 

Setelah dilakukan klarifikasi dan verifikasi oleh Panitia Besar Porprov (KONI Sumsel), atlet yang diduga berasal dari luar Sumsel tersebut dinyatakan sah dan memenuhi syarat oleh tim keabsahan untuk menjadi peserta Porprov.

Kemudian, panitia bulu tangkis PBSI Sumsel melanjutkan manager meeting dan technical meeting, serta menyatakan sah bagi atlet dari luar Sumsel itu untuk mengikuti Porprov Sumsel.

Menyikapi hal tersebut, maka 12 kabupaten kota mengundurkan diri dari kegiatan Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021.

Dua belas kabupaten/kota yang mengundurkan diri, di Beritaku.conya Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim, PALI, Lahat, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Pagar Alam, Lubuk Linggau dan Prabumulih.

Dengan adanya deadlock manager meeting tersebut, PBSI Sumsel melakukan pendekatan secara persuasif kepada semua pihak, namun upaya itu tidak berhasil.

Panitia cabang bulu tangkis Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021 kemudian melaporkan hal tersebut ke panitia besar Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021.

Dengan ada pernyataan pengunduran diri dari 12 kabupaten/kota tersebut, maka secara teknis pertandingan bulu tangkis tidak bisa dilaksanakan. 

Selanjutnya, panitia bulu tangkis Sumsel mengusulkan kepada KONI Sumsel untuk melaksanakan pertandingan eksibisi yang diikuti empat kabupaten/kota yang masih bersedia, yakni Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan dan Kota Palembang.

Atas kejadian pembatalan pertandingan bulu tangkis di Porprov tersebut, pantia pertandingan bulu tangkis (PBSI Sumsel) melaporkan hal tersebut kepada PB Porporv Sumsel XIII OKU Raya 2021 (KONI Sumsel).

Sementara mengenai sanksi atau apresiasi atas kejadian ini, semuanya menjadi wewenang panitia besar Porprov Sumsel XIII OKU Raya 2021 (KONI Sumsel).

“Dengan adanya kejadian ini, maka menjadi pelajaran penting bagi kita bersama, apabila akan menyelenggarakan pertandingan, maka regulasi pertandingan harus jelas dan disepakati bersama,” ujar Amrullah.

Ia pun tak menampik bahwa kejadian ini berdampak secara psikologis bagi atlet bulu tangkis Sumsel. Oleh karena itu, PBSI mengajak semua pihak untuk menjaga semangat atlet agar tetap fokus berlatih dalam mencapai prestasi.

“Lebih jauh lagi, kami memikirkan nasib dan masa depan para atlet ini. Ke depannya jika nanti telah pensiun menjadi atlet, kami berharap mereka bisa menjadi pelatih atau berkarya menjadi pegawai ASN, TNI, POLRI dan BUMN,” ungkap Amrullah. 

Baca juga: Lebih dari 5.000 atlet berpartisipasi dalam Porprov Sumsel 

 

Pewarta: Dolly Rosana

Editor: Rr. Cornea Khairany

COPYRIGHT © Beritaku.co 2021