Olahraga dan perubahan Iklim thumbnail

Olahraga dan perubahan Iklim

Diposting pada

… MotoGP bahkan mencanangkan 2027 sebagai tahun di mana semua sepeda motor yang berlomba harus 100 persen menggunakan bahan bakar non fosil

Jakarta Beritaku.co – KTT Iklim COP26 yang diadakan di Glasgow, Skotlandia, sudah berakhir 12 November lalu setelah dua ratus negara bertemu secara maraton selama setengah bulan sejak 31 Oktober.

Ke-200 negara, termasuk Indonesia, diminta oleh pertemuan bersponsor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu agar merencanakan strategi mengurangi emisi sampai 2030.

Mereka semua mengadopsi Perjanjian Paris pada 2015 mengenai ajakan membuat perubahan guna memastikan pemanasan global berada “jauh di bawah” ambang 2 derajat Celcius atau 2C di atas tingkat emisi era pra industri dan sekaligus membidik angka 1,5 derajat Celcius sehingga umat manusia terhindar dari bencana iklim.

Resolusi besar KTT Iklim ini bakal mempengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk olahraga. Namun, olahraga sendiri menjadi bagian dari sedikit sektor kehidupan yang kerap mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan yang sedikit banyak berperan dalam memerangi pemanasan global dan perubahan iklim.

Olahraga belakangan ini menjadi kontributor untuk lingkungan yang lestari di mana perusahaan-perusahaan industri olahraga yang terlibat dalam banyak aktivitas dan kompetisi, memberikan sumbangsih positif yang besar untuk upaya dunia dalam menekan pemanasan global.

Industri olahraga sendiri unik dan berdaya untung tinggi karena menarik konsumen dalam jumlah amat besar. Namun mereka juga menjadi salah satu pihak yang cepat mengadopsi kecenderungan-kecenderungan baru, termasuk tren industri pro lingkungan yang mendorong praktik-praktik ramah lingkungan.

Bagi brand-brand olahraga, dengan mendukung keberlanjutan dan pelestarian lingkungan membuat mereka mesti lebih banyak lagi menggunakan bahan baku alami tanpa melupakan kebutuhan menawarkan produk berkualitas tinggi di pasar.

Pendekatan mereka yang kemudian dicontohkan para atlet baik di dalam maupun di luar lapangan itu membuat kian banyak saja konsumen yang mengikuti tren produk mereka yang ramah lingkungan, termasuk produk daur ulang yang menumbuhkan dan menguatkan kesadaran lingkungan yang bisa membantu menyelamatkan Bumi.

Dengan konsep recycling (mendaur ulang) dan reusing (menggunakan kembali) ketika menggunakan bahan baku alami untuk produk olahraga, maka perusahaan-perusahaan olahraga turut aktif mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan. Konsekuensinya ini berdampak kepada makin luasnya praktik olahraga hijau atau green sport di seluruh dunia.

Selama ini cabang-cabang olahraga seperti lari, renang, panjat tebing, selancar, dan bersepeda yang tidak banyak menggunakan peralatan dan menggunakan bahan alami yang lebih sedikit dari produk-produk olahraga lainnya, berperan besar bagi tumbuhnya gaya hidup hijau yang berdampak besar terhadap kepedulian kepada lingkungan.

Sementara sejumlah cabang olahraga lainnya yang menggunakan peralatan lebih banyak menjadi terdorong mengikuti kecenderungan green-sport, tanpa mengurangi daya tarik kompetisi yang ditawarkan cabang-cabang ini.

Salah satu yang terdorong adalah olahraga bermotor atau motorsport yang belakangan menjadi salah satu cabang yang berusaha menunjukkan sudah seberapa besar olahraga berperan bagi lingkungan.

Baca juga: KTT Iklim PBB capai kesepakatan pasar karbon

Baca juga: Para pemimpin APEC janji atasi pemulihan ekonomi, COVID-19, dan iklim

Selanjutnya: 100 persen non fosil

 

Oleh Jafar M Sidik

COPYRIGHT © Beritaku.co 2021