Berkolaborasi, Museum Batik-Disidk Pekalongan latih siswa SD membatik thumbnail

Berkolaborasi, Museum Batik-Disidk Pekalongan latih siswa SD membatik

Diposting pada

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong para generasi muda untuk melestarikan batik, apalagi Kota Pekalongan memiliki warisan dunia yang diakui UNESCO yaitu batik

Pekalongan, Jateng Beritaku.co – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekalongan, Jawa Tengah bersinergi dengan Museum Batik Pekalongan memberikan pelajaran muatan lokal dengan melatih cara membatik kepada 510 siswa sekolah dasar (SD).

Kepala Seksi Kelembagaan SD Disdik Kota Pekalongan Amat Farokhim di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pelatihan muatan lokal membatik yang mengusung tema “Lestari Batikku Terlindungi Alamku” dilaksanakan selama 10 hari ke depan, yaitu dimulai sejak 9 Oktober 2021.

“Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong para generasi muda untuk melestarikan batik, apalagi Kota Pekalongan memiliki warisan dunia yang diakui UNESCO yaitu batik,” katanya.

Menurut dia, pelatihan membatik diikuti dengan peserta perwakilan sebanyak 5 siswa dari 102 SD Negeri dan swasta atau 510 siswa SD.

“Pelatihan ini, kami gelar selama 10 hari dan setiap harinya dibagi dua sesi agar para peserta tetap bisa menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pelatihan muatan lokal batik ini sebelumnya menyasar pada 3.000 siswa SD.

“Dulu setiap sekolah mewakilkan 40 siswa belajar membatik. Akan tetapi karena ada pandemi maka setiap sekolah hanya mengirimkan 5 siswanya,” kata Amat Farokhim.

Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan Bambang Saptono mengatakan dengan adanya kegiatan ini maka museum batik bisa bangkit kembali karena pengunjung mulai berkunjung untuk melihat peninggalan batik.

“Belum lama ini, selama tiga hari dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal juga mengirimkan tiga siswa ke Museum Batik Pekalongan. Mudah-mudahan Museum Batik kembali menggeliat,” katanya.

Terkait dengan pelatihan membatik oleh 510 siswa SD, Bambang berharap para siswa yang belajar membatik ke depannya dapat terus melestarikan batik.

“Dengan praktik langsung mereka bisa belajar proses membatik dari awal ‘nglowongi’, nyolet, dan sebagainya,” demikian Bambang Saptono.

Baca juga: Saat pandemi, Pekalongan siap geliatkan wisata batik lewat lomba vlog

​​​​​​​


Baca juga: Pedagang batik Pekalongan terdampak pandemi berkepanjangan

Baca juga: Pemkot Pekalongan-UI lakukan finalisasi indikasi geografis batik

​​​​​​​Baca juga: Museum Batik Pekalongan SImpan 800 Koleksi Kuno

Pewarta: Kutnadi

Editor: Andi Jauhary

COPYRIGHT © Beritaku.co 2021